Kamis, 28 November 2013

Gubenur Bali Idaman Krama Bali

Mungkin kita semua krama bali saat ini mulai bertanya-tanya siapakah yang pantas atau layak untuk menjadi gubenur bali selanjutnya. Mungkin di benak kita semua krama bali akan mengatakan "ahhh patuh gen nyen gen dadi gubenur, amontoan dogen. Sube gen menjabat kramane lakar tusing runguange". Tetapi kita sebagai generasi penerus jangan asal pilih atau tidak peduli, apalagi pada saat pemilu kita masuk dalam golput (golongan putih) alis 'sing nganggon hak pilih'. Tidak sedikit pula yang cuman ikut-ikutan, dan hanya sekedar ikut milih atau bahkan mau milih 'asal maan pipis'.

Melihat mendengar dan merasakan dari sebagian orang (krama bali) ada banyak hal yang kita inginkan dari seorang yang akan membawa Bali ke arah dan tujuan yang mulia. Tidak hanya untuk mensejahterakan pribadi atau menguntungkan golongan tertentu, seorang yang akan memimpin harus memiliki pribadi yang kuat dalam artian iman dan takwa. 

Adapun hal-hal yang dijadikan kategori tidak layak dan patut untuk menjadi panutan apalagi menjadi seseorang yang akan memimpin bali kedepan antara lain:
  1. Korupsi, bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere = busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) menurut Transparency International adalah perilaku pejabat publik, baik politikus|politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.Negeri ini terkenal akan budaya yang kuat dan mengakarnya praktik-praktik kotor yang sudah beranak cucu. 
  2. Kolusi, Di dalam bidang studi ekonomi, kolusi terjadi di dalam satu bidang industri disaat beberapa perusahaan saingan bekerja sama untuk kepentingan mereka bersama. Kolusi paling sering terjadi dalam satu bentuk pasar oligopoli, dimana keputusan beberapa perusahaan untuk bekerja sama, dapat secara signifikan mempengaruhi pasar secara keseluruhan. Kartel adalah kasus khusus dari kolusi berlebihan, yang juga dikenal sebagai kolusi tersembunyi.
  3. NepotismeKata nepotisme berasal dari kata Latin nepos, yang berarti “keponakan” atau “cucu”. Pada Abad Pertengahan beberapa paus Katholik dan uskup- yang telah mengambil janji “chastity” , sehingga biasanya tidak mempunyai anak kandung – memberikan kedudukan khusus kepada keponakannya seolah-olah seperti kepada anaknya sendiri. Beberapa paus diketahui mengangkat keponakan dan saudara lainnya menjadi kardinal. Seringkali, penunjukan tersebut digunakan untuk melanjutkan “dinasti” kepausan.  pemimpin yang lebih memilih saudara atau teman akrab berdasarkan hubungannya bukan berdasarkan kemampuannya. Kata ini biasanya digunakan dalam konteks derogatori. Adapun praktek-praktek kecurangan ini sangat banyak kita lihat belakangan ini. jika sudah memimpin yang menjadi prioritas orang dekat kepercayaan (tim kampanye atau pemilik modal kampanye).
Dibawah Blog ini akan diseratakan sebuah link dimana suara anda akan dihitung dalam meranking seseorang atau beberapa orang, diharapkan untuk ikut memberikan partisipasi. Dan sebagai akhir kalimat saya ucapkan terimakasih, jangan lupa untuk klik follow atau sekedar like.

Rabu, 27 November 2013

Leak still exist in Bali

Leak still exist in Bali, Leak is one of balinese heritages that need to be retained to prevent it from extinction.Discussing(how to show) "ngleak"  is considered to be taboo for some reason. It is hard to believe it, but often it will make you very curious to get someone that can show you.After having achieved by means of offering and prayer recited during a mystic dance in the middle of the night in the graveyard, then he will transform into a leak.


   The leak is considered to be lower than mankind because what he eats include corpses and everything putrefied. He sees a dead dog dead human body as a delicious food and he mistakes foul smell for fragrance or perfume. A trained (leak's master) will usually find it much easier to transform its performance. Having concentrated on a shape of an animal he is going to change into and recited magical words (mantra) properly, then he will transform directly into a leak. 

Actually, Leak is not as bad as people think. It is like a knife: It can help us or hurt us, depending on how and what we use it for.  Leak more is like a sharpened knowledge and "it is not bad as people think, it can be used to help people although it can hurt people, too.
However to harm or kill someone, leak can also use papasangan. It does not need to change his or her appearance. Sometimes, leaks are seen involved in fights (night time), measuring their power one against another. Commonly people are unable to see the fights. And the one who losses the fight will fall ill or will show sitting of blood and is doomed to death.

A Leak has several ways to change its appearance: First, what Balinese call leak pamoroan. It can change completely into animals that appear only during the night. They try to suck their victims or just frighten them.

Legend of Balinese Leak

Leak was a human who is practicing black magic and have cannibalistic behavior. It is said that Leak is flying around try to find a pregnant woman in order to suck her baby's blood or a newborn child, to complete her magical skill. There are three legendary Leak, two females and one male. Leak with the great magic skill can transform into Rangda, queen of black magic. Leak is said haunt the graveyards, feed on corpses, have power to change themselves into animals, she even take the form of a monkey with golden teeth or a massive rat, a ball of fire and even a bald-headed giant. It is said that she have an unusually long tongue and large fangs.


In daylight she appear as an ordinary human, but at night her head and entrails break loose from their body and flying around. Her powerful enemy is Barong, a character in the mythology of Bali. He is the king of the spirits, leader of the hosts of good. Barong and Rangda exist in the natural order of the cosmos and represent as Good and Evil. Both Barong and Rangda are cemented in Balinese legend.The legend of Leak in Bali refers to a horrible black magic inspired drama with the key figure of Calon Arang. The story written in a manuscript describing that during the reign of Erlangga in 11th century there was a widow called Calon Arang at the village of Girah having a beautiful daughter. Her daughter name is Ratna Manggali, who has reached her adultery, but no one among youths from the village and surrounding had the courage to approach the virgin. This is because her mother is known to have black magic knowledge, and practiced it maliciously, and with her bad attitude causing many people were dead even hatred was increasing among the people, yet this is used as a temptation to her thirsty black magic need.
Her bad reputation at last reached the palace, and some soldiers took initiative and asked permission to the king to punish the widow. The soldiers headed to the village of Girah and found her sleeping. One solder drag her by her hairs, but unfortunately she awaken and once she was startled she glared with her 2 wild eyes emanating fire shooting and burnt the soldier, the other took a hundred steps of flee but again her blitz eye fires burnt them except one solder survived the malicious black magic fur. This soldier then reported his horrible experience to the king, and made the king totally upset and run out of reason to overcome the problem. Calon Arang know that the palace involved in this scandalous act of murder trial, and she become uncontrollably angry and spread her magic malicious power causing great epidemic.

Leak Bali Definition

Dalam mitologi BaliLeak adalah penyihir jahat. Le artinya penyihir dan ak artinya jahat. Leak hanya bisa dilihat di malam hari oleh para dukun pemburu leak. Di siang hari ia tampak seperti manusia biasa, sedangkan pada malam hari ia berada di kuburan untuk mencari organ-organ dalam tubuh manusia yang digunakannya untuk membuat ramuan sihir. Ramuan sihir itu dapat mengubah bentuk leak menjadi seekor harimaukerababi atau menjadi seperti Rangda. Bila perlu ia juga dapat mengambil organ dari orang hidup. 
Leak di Bali semacam setan yang menakutkan. Diceritakan juga bahwa Leak dapat berupa kepala manusia dengan organ-organ yang masih menggantung di kepala tersebut. Leak dikatakan dapat terbang untuk mencari wanita hamil, untuk kemudian menghisap darahbayi yang masih di kandungan. Ada tiga leak yang terkenal. Dua di antaranya perempuan dan satu laki-laki.
Menurut kepercayaan orang Bali, Leak adalah manusia biasa yang mempraktekkan sihir jahat dan membutuhkan darah embrio agar dapat hidup. Dikatakan juga bahwa Leak dapat mengubah diri menjadi babi atau bola api, sedangkan bentuk Leak yang sesungguhnya memiliki lidah yang panjang dan gigi yang tajam. Beberapa orang mengatakan bahwa sihir Leak hanya berfungsi dipulau Bali, sehingga Leak hanya ditemukan di Bali.
Apabila seseorang menusuk leher Leak dari bawah ke arah kepala pada saat kepalanya terpisah dari tubuhnya, maka Leak tidak dapat bersatu kembali dengan tubuhnya. Jika kepala tersebut terpisah pada jangka waktu tertentu, maka Leak akan mati.
Saat ini generasi muda sudah semakin berkurang akan minat dan pemahaman pengetahuan tentang leak.

Selasa, 26 November 2013

Leak Bali

Original posted by I Bgs Alit

Pada dasarnya ilmu ini sangat rumit dan rahasia sekali, jarang seorang guru mau dengan terang-terangan memberikan ilmu ini dengan cuma-cuma. Begitu juga saya belajar dengan tiga guru dengan sangat susah payah harus "ngesorang rage" biar bisa diterima jadi murid.

Sebelum seorang belajar ilmu leak terlebih dahulu harus diketahui otonan orang tersebut (hari lahir versi Bali) hal ini sangat penting, karena kwalitas dari ilmu yang dianut bisa di ketahui dari otonanya, sang guru harus hati-hati memberikan pelajaran ini kalau tidak murid akan celaka oleh ilmu tersebut. Setelah diketahui barulah proses belajar di mulai, pertama-tama murid harus mewinten Brahma widya, dalam bahasa lontar “Ngerangsukan Kawisesan”, dan hari baik pun tentunya dipilih oleh sang guru.

Tahap dasar murid diperkenalkan dengan Aksara Wayah atau Modre. Selajutnya murid di “Rajah” (ditulis secara spiritual) seluruh tubuh oleh sang guru, hal ini di lakukan di Kuburan pada saat kajeng kliwon nyitan.

Selesai dari proses ini barulah sang murid sah diajarkan oleh sang guru, ada 5 sumpah yang dilakukan di kuburan :
1. hormat dan taat dengan ajaran yang di berikan oleh guru
2. Selalu melakukan ajapa-ajapa dan menyembah SIWA Dan DURGA dalam bentuk ilmu kawisesan,
3. tidak boleh pamer kalau tidak kepepet, selalu menjalankan darma,
4. tidak boleh makan daging kaki empat, tidak boleh bersetubuh ( zina)
5. tidak boleh menyakiti atau dengan carapapun melalui ilmu yang kita pelajari.

http://media5.picsearch.com/is?F5z6jkx7I7gS8K3vEAexVkWMQ9JgdG0GbyUq-s6aG7k&height=164
Di Bali yang namanya Rangda selalu indentik dengan wajah seram, tapi di Jawa di sebut Rondo berarti janda, inilah alasanya kenapa dahulu para janda lebih menguasai ilmu pengeleakan ini dari pada laki-laki, dikarenakan wanita lebih kuat nahan nafsu.Pada dasarnya kalau boleh saya katakan ilmu ini berasal dari tanah Jawa, campuran aliran Siwa dan Budha, yang di sebut dengan “Bajrayana”.

adapun tingkat pelajarannya adalah:

+ Tingkat satu kita diajari bagaimana mengendalikan pernafasan, di bali dan bahasa lontar di sebut “Mekek Angkihan” atau Pranayama.
+ Tingkat dua kita diajarkan Visualisasi, dalam ajaran ini disebut "Ninggalin Sang Hyang Menget"
+ Tingkat tiga kita diajar bagaimana kita melindungi diri dengan tingkah laku yang halus serta tanpa emosi dan dendam, di ajaran ini di sebut "Pengraksa Jiwa”.
+ Tingkat empat kita di ajar kombinasi antara gerak pikiran dengan gerak tubuh, dalam bahasa yoga disebut Mudra. Mudra ini berupa tarian jiwa akhirnya orang yang melihat atau yang nonton di bilang "Nengkleng” (berdiri dengan kaki satu). Mudra yang kita pelajari persis seperti tarian siwa nata raja. Tingkat empat barulah kita diajar Meditasi, dalam ajaran pengeleakan disebut "Ngeregep”, yaitu duduk bersila tangan disilangkan di depan dada sambil mengatur pernafasan sehingga pikiran kita tenang atau “Ngereh” dan “Ngelekas”.
+Tingakat lima kita di ajarkan bagaimana melepas roh ( Mulih Sang Hyang Atma ring Bayu, Sabda lan Idep) melalui kekluatan pikiran dan batin dalam bahasa sekarang disebut Levitasi, berada di luar badan. Pada saat levitasi kita memang melihat badan kita terbujur kaku tanpa daya namun kesadaran kita sudah pindah ke badan halus, dan di sinilah orang disebut berhasil dalam ilmu leak tersebut, namun..ini cukup berbahaya kalau tidak waspada dan kuat iman serta mental kita akan keliru, bahkan kita bisa tersesat di alam gaib. Makanya kalau sampai tersesat dan lama bisa mati, ini disebut “mati suri”.

Tentu dalam pelajaran2 ini sudah pasti dibutuhkan ketekunan, puasa, berbuat baik, sebab ilmu ini tidak akan berhasil bilamana dalam pikiran menyimpan perasaan dendam, apalagi kita belajar ilmu ini untuk tujuan tidak baik saya yakin tidak akan mencapai tujuannya.

Kendati demikian godaan selalu akan datang seperti, nafsu sek meningkat, ini alasanya kenapa tidak boleh makan daging kaki empat, dan kita diajurkan tidur di atas jam 12 malam agar konisi agak lemah sehingga nafsu seks berkurang. Dan tengah malam tepat jam 12 kita diwajibkan untuk meditasi sambil mencoba melepas roh

dalam dunia leak sama seperti perkumpulan spiritual, pada hari-hari tertentu pada umumnya KAJENG KLIWON, kaum leak mengadakan “puja bakti” bersama memuja SIWA, DURGA, BERAWI, biasanya di pura dalem atau di Kuburan (pura Prajapti) dalam bentuk NDIHAN, bukan kera, anjing, dan lain-lain.

Jadi demikian semeton yang bisa saya sampaikan, mudah mudahan tulisan ini menambah wawasan di bidang ilmu leak sehingga besok-besok kita tidak ikut-ikutanan mengatakan LEAK itu jahat

YA SAKTI SANG SAJANA DARMA RAKSAKA, orang yang bijaksana pasti berpegang teguh pada dharma, dan orang yang berpegang darma sudah pasti bijaksana.

Akhir kata, maaf apabila dalam tulisan ini ada kekurang atau dalam penjelasan saya ada yang tidak patut mohon di maaflkan.